Siswa

Asramaku Naunganku

Assalamualaikum Wr. Wb………………..

(Kegiatan-kegiatan di dalam Asrama)

Kami adalah santri progresif yang tinggal di bawah naungan asrama sekitar kurang lebih 3 tahun. Kehidupan bersama para santri lain yang berasal dari berbagai daerah, yang berbeda bahasa, berbeda pulau, bahkan berbeda kebudayaan di Indonesia. Namun, dengan perbedaan itulah kami sesama muslim belajar saling menghargai, menghormati kebiasaan satu sama lain, dan belajar budaya dan bahasa mereka bersama-sama. Kami menghargai dengan perbedaan kami dan mencoba untuk menjadikannya sebuah pelajaran baru bukan permusuhan. Kami bahagia hidup bersama walau terkadang ada masalah kecil yang membuat kita ada jarak, tapi kita selalu mencoba untuk memperbaikinya dan intropeksi diri agar kita bersatu kembali.

Kehidupan di bawah naungan asrama ini tidak membuat para santri membuat koloni-koloni, melainkan justru menyatukan kita dalam satu kesatuan yang islami tanpa ada permusuhan di dalamnya. Kita diajari bagaimana bersosialisasi pada sesama teman, adik-adik, dan juga pada ustad/ustadzah. Kita dididik agar memiliki akhlaq yang mulia yang sesuai dengan ajaran syariat islam, dididik agar menjadi santri yang sholeh/sholehah yang selalu dridhoi Allah SWT. Kita dibiasakan untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW agar kelak mendapatkan syafaat beliau di akhirat. Sebagaimana nama pondok kami ini, Pesantren Progresif Bumi Shalawat, yang insyaallah dipenuhi dengan shalawat didalamnya baik ketika sholat ataupun dalam keadaan senggang. Kami sadar bahwa pondok ini telah mengajarkan kita agar kelak mendapat tempat yang diridhoi Allah di surga nanti.

Ustad/ustadzah kami senantiasa bersabar mengajar kami yang kadang tak dapat dijangkau seberapa parah kenakalannya. Mereka mendidik kami dengan penuh keikhlasan hati dan jiwa. Mereka selalu mencoba membantu kami dalam susah, galau, sedih, bahkan kesulitan dalam segala urusan. Mereka selalu mencoba mempermudah urusan kami dalam segala hal dan keadaan. Kadang tanpa sadar kami telah membuat mereka sedih atas tingkah laku yang kami perbuat yang membuat mereka merasa bersalah. Kadang kami membuat mereka marah, namun kami sadar bahwa kemarahan mereka adalah bukti kasih sayang mereka pada kami. Mereka selalu berusaha menjadikan kami yang terbaik, memberi semangat, memberi nasihat, dan memberikan kami rasa kasih sayang yang lebih di bawah naungan asrama ini. Kami sadar bahwa kami pernah melakukan itu, namun kami selalu belajar untuk merubah diri menjadi lebih baik dan membanggakan mereka.

Di bawah naungan asrama ini kami bersedih, berduka, bahagia, dan juga tertawa. Kerinduan kami pada rumah dan keluarga kami telah membuat kami bersedih, namun itulah yang harus kami rasakan saat ini. Dengan begitu, kami akan mampu menjadi manusia yang mandiri yang tak sealu menggantungkan hidupnya pada orang tua saja. Kami akan mampu belajar menjadi insan yang mandiri yang mampu memenuhi hidup kita dengan usaha kita sendiri. Kami hanyalah insan biasa yang kadang lupa bahwa hidup ini hanya sementara dan kami hanyalah titipan Allah pada orang tua kami. Kami harus sadar bahwa sesungguhnya beban orang tua dalam menjaga dan mendidik kami begitu berat. Untuk itu, dengan menjadi insan yang mandiri insyaallah orang tua akan senantiasa bangga dan bahagia.

Cara hidup mandiri dan bersosialisasi dengan banyak orang, dapat kami pelajari disini. Selain itu, kita semua dididik untuk menjadi seorang pemimpin. Karena sesungguhnya kami adalah makhluk Allah yang diberi kelebihan yakni akal agar kita mampu berpikir cerdas dan mampu menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas umatnya.

Dalam mendidik kami sebagai seorang pemimpin, disini telah diadakan begitu banyak kegiatan yang bermanfaat dalam melatih jiwa kepemimpinan. Pertama, kegiatan membaca diba’/shalawat nabi yang dipimpin oleh beberapa santri saja yang berada di depan untuk memimpin acara dan membacakannya yang kemudian diikuti oleh semua santri. Kedua, kegiatan tahlilan yang dipimpin oleh seorang santri saja dan ditemani oleh ustad/ustadzah untuk pertama kali dan kemudian dilepas untuk memimpin sendiri jalannya acara tersebu. Ketiga adalah acara yang paling bergengsi yakni public speaking, acara ini terdiri dari beberapa acara di dalamnya. Ada acara pidato bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris yang diwakili oleh perorangan dari setiap angkatan ataupun setiap perwakilan kamar yang telah ditunjuk oleh ustad/ustadzah. Dalam acara pidato tersebut terdapat sesi tanya jawab antara speaker dan audiences. Selain itu ada juga yang bercerita/qisshah tentang kisah Rosul dan para sahabat-sahabatnya. Ada pula yang berdialog bahasa Arab dan drama dalam bahasa Arab yang diwkili oleh 1 kamar dalam setiap pertemuan.kemudia acara itu dituup dengan doa. Begitu banyak kegiatan yang diadakan asrama demi mengasah jiwa kepemimpinan dan kreativitas santri.

Peran asrama dalam membimbing kami begitu besar. Tiada penyesalan yang kami rasakan hidup di bawah naungan asrama ini. Kami bersyukur karena kami selamat dari pergaulan bebas di luar sana serta kericuhan-kericuhan yang terjadi di luaran. Meski kami hidup dalam asrama, kami masih tetap bisa mengetahui info-info dan kemajuan teknologi. Karena disini kami diperbolehkan membawa handphone untuk mengabari orang tua di Rumah, membawa laptop untuk pelajaran dan hiburan, serta tersedia televisi agar kami tidak ketinggalan berita-berita tentang Negara kita tercinta ini Indonesia yang insyaallah makmur dan aman.

Di bawah naungan asrama kami dapat ilmu dan pengetahuan yang tidak diberikan disembarang tempat. Insyaalah kami juga menabung untuk kehidupak yang kelak di akhirat nanti. Semoga Allah senantiasa membahagiakan ustad/ustadzah kami, memudahkan urusan orang tua kami, serta meridloi kami semua di dunia dan akhirat. Amien…………….

Asramaku Naunganku,

Disinilah aku berteduh,

untuk menuntut ilmu,

mencari ridho guru,

belajar disiplin waktu,

meredam rindu pada ayah dan ibu,

dan meraih kesuksesanku.

 

(Kontributor : Fatimatus Sholihah Marush)