BeritaBerita SMAFoto Kegiatan

Belajar Ekonomi di De Javasche Bank Museum

Selasa 20 September 2016, kira-kira 1 jam 30 menit kami sampai di Museum Bank Indonesia dan disambut oleh Bapak Ir. Bambang Soehasnowo dengan hangat. Kami semua dipersilakan memasuki museum lewat pintu underground yang di dalamnya terdapat banyak foto bersejarah. Bapak Soehasnowo berbagi pengetahuan kepada kami tentang sejarah Bank Indonesia.  Nama awal gedung Bank Indonesia adalah De Javache Bank, didirikan pada tahun 1828 yang menjadi cikal bakal dari gedung Bank Indonesia pada tahun 1953. Gedung tersebut mengalami renovasi pada tahun 1910.

penjelasan tentang Sejarah Bank Indonesia
penjelasan tentang Sejarah Bank Indonesia

Bangsa Belanda mendirikan Bank di Indonesia atas inisiatif dari Raja Koning william I, karena pada saat itu di Negeri Kincir Angin atau Belanda terdapat masalah sektor Ekonomi yang besar dan diiringi dengan pemberontakan tanam paksa Van de bosch oleh Pangeran Diponegoro. Akhirnya Bangsa Belanda sepakat untuk mendirikan Bank di Surabay

Siswa Mengerjakan LKS Ekonomi yang diberikan
Siswa Mengerjakan LKS Ekonomi yang diberikan

a dengan nama De Javache Bank dan diplokamirkan di Batavia dan akhirnya awal pembangunannya di Kota Surabaya dimulai pada tahun 1828.

Mengapa para kolonial memilih mendirikan Bank di Kota Surabaya? Mereka beranggapan bahwa lokasi yang sangat strategis berdekatan dengan kali mas. Kali mas pada zaman dahulu merupakan pusat perdagangan di perairan yang tergolong sangat maju. Para pedagangnya kebanyakan dari China, Arab, Bugis, dll., dengan menggunakan perahu-perahu besar.

Setelah bercerita sedikit tentang awal mula berdirinya De Javache Bank, Bapak Soehasnowo mengajak kami menuju lantai 1, tempat tersebut adalah pusat dari semua kegiatan bank sehari-hari. Beliau bercerita bahwa tanda dari orang yang mempunyai kedudukan tinggi di bank adalah duduk dengan kursi yang tinggi daripada yang lainnya. Semua arsitektur bangunan lantai 1 adalah 90% masih dalam keadaan murni pada saat awal berdiri atau masih Original. Pintu masuk awalnya di sebelah kanan, tetapi beberapa tahun kemudian di pindah di sebelah tengah, di ganti dengan jendela dan di jadikan sebagai ruang direksi tambahan.

Penjelasan tentang mesin penghancur uang
Penjelasan tentang mesin penghancur uang

Setelah beberapa saat di pusat museum, ada beberapa anak yang bertanya “ Pak, mengapa di ruangan ini tidak terasa panas malah terasa sejuk dari tadi?” beliau menjelaskan bahwa itu terjadi karena semua atapnya diberi cerobong angin yang jumlahnya sekitar 10 buah cerobong, setelah itu kami semua diajak menuju Ruang Teller, di tempat itu semua transaksi antara pihak bank dan masyarakat dilakukan dengan hanya dibatasi pagar yang terbuat dari besi dan lubang kotak kecil sebagai interaksi antara nasabah dan masyarakat. Jumlah pintunya 10, tetapi yang masih murni tidak mengalami kerusakan hanya ada 4 buah pintu.

Penjelasan tentang sejarah uang
Penjelasan tentang sejarah uang

Di lantai 2 adalah tempat penyimpanan arsip tetapi sekarang semua arsip dipindah di kantor Bank Indonesia yang terletak di Jalan Pahlawan. Kita di sana menjumpai gambar  gubernur pertama dari Bank indonesia yakni Mr. Sjarifruddin Prawiranegara ( 1953-1959 M ) dan kepala Bank Indonesia adalah Bapak Agus Marto. Setelah itu kami menuju berangkas penyimpanan uang dari De Javache Bank, di sana kami menjumpai Mata uang pada Periode De Javache Bank yakni Uang Gulden. Ciri unik dari uang gulden adalah semakin banyak nilai mata uangnya maka akan semakin besar bentuk uang kertasnya, begitu juga sebaliknya. Berangkasnya begitu besar, tapi anehnya adalah dalam sejarah De Javache Bank belum pernah mengalami insiden perampokan.

Di sana kami di buat takjub saat melihat emas batangan di ruang penyimpanannya beserta benda-benda antik lainnya, dan kami pun diperbolehkan untuk memegangnya. Bobotnya emas tersebut adalah 13,5 Kilogram yang ditaksir dengan uang rupiah sekarang kisaran 7 Milyar Rupiah. Dengan begitu, pengetahuan kami semakin bertambah mengenai museum Bank Indonesia.

Thankyou,

Saladin Class

Siswa Saladin berkeliling Museum
Siswa Saladin berkeliling Museum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *