Surau Progresif

Menjadi Santri Progresif (3); Urgensi Fiqih Prioritas

Posted on

Oleh : H. Aria Muchammad Ali, Lc Santri Progresif adalah santri yang mempunyai keseimbangan dalam berpikir, logis dan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang dalam melakukan suatu pekerjaan. Kita sering mendengar kata fiqih prioritas. Secara singkat fiqih prioritas adalah kecerdasan seseorang dalam mendahulukan sesuatu yang lebih penting dari yang penting. Mendahulukan yang pasti dari yang tidak pasti. […]

Surau Progresif

MENJADI SANTRI PROGRESIF (2); Santri dengan Uluw al-Himmah (Semangat yang Kuat)

Posted on

Oleh : H. Aria Muchammad Ali, Lc Santri progresif adalah santri yang meneladani Rasulullah saw. Rasul adalah sosok yang penuh semangat dalam segala aspek kehidupannya. Dalam sejarah kehidupan Rasulullah saw. kita tidak pernah mendapati beliau patah semangat, apalagi berputus asa. Bahkan beliau dapat membentuk generasi yang dengan semangatnya bisa menaklukan dua imperium besar saat itu, […]

Surau Progresif

Menjadi Santri Progresif (1); Memahami Fiqih Niat

Posted on

Oleh : H. Aria Muchammad Ali, Lc Hasil dari sebuah pekerjaan sangat ditentukan kuat dan lemahnya niat seseorang, niat adalah ruh bagi sebuah amal, baik dan buruk sebuah amal mengikuti baik dan buruknya niat, karenanya Rasulullah saw bersabda : إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى Sungguh amal amal itu tergantung niatnya, dan bagi […]

Surau Progresif

Misteri Di Balik Air Zam Zam yang Tidak Pernah Habis

Posted on

Air zam zam adalah sumber mata air yang paling aneh dan unik di dunia. Pasalnya sejak dulu air tersebut tidak pernah habis. Walaupun memasuki musim haji di mana jutaan orang mengambil air tersebut, sumber air tersebut tidak pernah kering sekalipun. Selain itu, air zam zam juga memiliki banyak keajaiban. Tentu kita merasa penasaran dengan hal […]

Surau Progresif

MANUSIA

Posted on

“Manusia” , makhluk yang paling membingungkan di dunia ini. Karena dia “Mengorbankan Kesehatannya” hanya “Demi Uang” Lalu dia “Mengorbankan Uangnya” demi “Kesehatan” Lalu “Sangat Khawatir”  dengan “Masa Depannya” sampai “tidak menikmati “Masa Kini” Akhirnya “Tidak hidup di masa depan ataupun masa kini” Manusia “Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati” tanpa “Benar-benar Menikmati” apa itu “Hidup”   […]