Guru

DI BALIK RINTIK AIR HUJAN

Bolehkah-Si-Kecil-Bermain-Hujan-Hujanan

Musin hujan telah tiba..horee..horee…

Teriakan di atas adalah suatu bentuk kegirangan dan kesenangan anak-anak yang merindukan turunnya hujan, yang tentu tak hanya anak-anak saja yang “merindukan” datangnya hujan.

Namun tak jarang,  musim hujan seringkali membuat banyak orang kesal. Banyak orang yang harus rela basah-basahan saat harus pergi untuk acara yang penting di tengah hujan deras. Kondisi seperti ini tentu saja menyebalkan. Tapi, ternyata banyak orang yang menyimpan kesenangan tersendiri saat musim hujan.

Ya, banyak orang yang suka dengan aroma yang dimunculkan oleh lingkungan sekitarnya setiap habis hujan. Aroma dari hujan menyenangkan untuk dihirup saat tetes-tetes air dari langit itu tumpah ke tanah yang kering. Baunya khas menyegarkan, seperti tanah. Padahal sebelum jatuh dan menyentuh daratan, hujan hanyalah air tanpa aroma tanah. Namun semua berubah saat tetesannya berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Aroma sehabis hujan yang sering disebut dengan petrichor itu memang banyak disukai oleh orang-orang. Seperti dikutip dari laman Live Science, Minggu (25/1/2015), petrichor berasal dari bahasa Yunani, yakni ‘petra’ yang berarti batu. Dan ‘ichor’ yang bisa diartikan sebagai cairan mirip darah yang mengalir dalam nadi Dewa.

Tahukah kalian dari mana datangnya aroma khas sehabis hujan itu? Penyebab utama datangnya aroma khas itu adalah bakteri Actinomycetes. Bakteri jenis ini akan berkembang dan melepaskan spora ke tanah pada saat kondisi kering. Ketika hujan, spora-spora tersebut akan rusak dan sebagian molekulnya akan lepas ke udara. Lepasnya spora ke udara inilah yang memberikan aroma khas seusai hujan.

Tetapi ternyata sumber aroma tersebut bukan hanya dari situ saja. Bakteri Actinomycetes juga akan mengeluarkan senyawa kimia lain yang bernama geosmin. Senyawa ini adalah senyawa yang dikenal memiliki aroma bumi. Senyawa ini akan dihasilkan ketika bakteri tersebut mati.

Senyawa ini akan tersimpan dalam tanah, dan hujan akan membawa senyawa tersebut ke udara dan tercium oleh manusia. Sekedar informasi, bakteri jenis Cyanomycetes juga akan menghasilkan senyawa geosmin ini ketika mati.

Selain kombinasi dua senyawa tersebut, masih ada juga pengaruh dari berbagai senyawa lain. Contohnya adalah senyawa sejenis minyak yang dihasilkan oleh tumbuhan. Senyawa ini akan diserap oleh bebatuan dan akan menguap ke udara saat terjadi hujan.

Senyawa lain yang juga berpengaruh adalah ozon. Pada saat terjadi halilintar, sebagian senyawa ozon akan pecah dan terbawa ke udara. Inilah yang memberikan efek aroma metalik pada petrichor. (By: Rafiatul Hasanah, S.Pd, M.Pd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *