Guru

Konsekuensi Panggilan Ustadz

Proses pembelajaran yang dilakukan lembaga islam baik formal atau non formal tentu tidak asing dengan kata “ustadz atau ustadzah “ . pengertian ustadz menurut kamus Bahasa Arab Al-Mu’jamul Wasith (المعجم الوسيط) kata ustadz memiliki beberapa makna sebagai berikut:
 Pendidik الأُستاذ هو المعلِّم
 Orang yang ahli dalam suatu bidang industri dan mengajarkan pada yang lain. و الأُستاذ هو الماهر في الصناعة يُعلِّمها غيرَه
 Julukan akademis level tinggi di universitas, sebutan untuk seorang dosen dengan gelar Doktor, Professor atau Guru Besar (و الأُستاذ لقب علمي عالٍ في الجامعة) Di berbagai universitas negara Arab, istilah ustadz merujuk pada dosen atau ahli/akademisi yang memiliki kepakaran di bidang tertentu. Seperti pakar fiqih dikatakan (الأستاذ في الفقه)

Sekolah progresif bumi shalawat Sidoarjo para santrinya memanggil guru dengan sebutan ustadz atau ustadzah, tentunya harus konskuensi dengan panggilan ustadz tersebut. Mereka harus bisa menjadi suri tauladan yang baik ketika di dalam atapun kembali ke rumah masing-masing.
Konsekuensi panggilan ustadz ketika didalam atau ketika diluar lingkungan Sekolah Progresif Bumi Shalawat ada perbedaan, diantara pebedaannya adalah kalau di sekolah maka seorang ustadz disamping sebagai tauladan yang baik bagi siswanya, juga menguasai mata pelajaran yang diampuh. Sedangkan kalau sudah kembali ke lingkungan rumahnya maka seorang guru (ustadz) yang mengajar di Sekolah Progresif Bumi Shalawat dianggap orang yang serba bisa, misalnya guru tersebut menguasai ilmu agama, mampu jadi imam, pandai mengaji, pinter nyuwok (pandai mengobati), dll.
Anggapan orang kepada guru yang mengajar di SMA Progresif Bumi Shalawat adalah ustadz yang bisa atau pandai disegala bidang terbukti. Salah contoh anggapan tersebut terjadai pada salah seorang ustadz yang mengajar di SMA Progresif, ketika ustadz tersebut ta’ziyah dengan beberapa santri berangkat duluan ke rumah santri atau siswa yang Ibunya meninggal dunia. Setiba di rumah santri yang kena musibah, si ustadz menunggu mayat dimandikan di depan rumah dengan beberapa santri, kemudian tiba-tiba ustadz tersebut dipanggil oleh salah keluarga yang terkena musibah, katanya! ustadz saya mintak tolong salah satu anak dari ibu yang meninggal tidak sadarkan diri dan belum bisa mengikhlaskan kepergian ibunya, tolong disuwuk biar mengikhlaskan kepergiannya.
Pada waktu ustadz tersebut di dalam kamar dengan salah keluarga yang tinggal dan dikerumuni ibu-ibu si ustadz bingung apa yang ia lakukan karena ini pengalaman pertama dimintak tolong seperti ini, tiba-tiba kakak santri yang ibunya meninggal dunia sedang tidak sadarkan diri memanggil dengan panggilan “siapa itu” diucapkan sampai berkali-kali sampai salah satu diantara ibu-ibu menjawab, itu ustadznya adikmu! Kemudian si ustadz memegang tangannya sambil berkata “mbak yang sabar ya, Ibu sampean kan orang baik, selalu shalat fardlu insyaalaah nanti masuk surga” jawab si kakak santri” ya, ustadz, ibu saya orang baik, selalu shalat berjama’ah di masjid, ketika sakit saya yang merawat, mintak tolong ustadz nanti ibu saya dishalati 40 orang.
Setelah cukup tenang kakak santri tersebut, si ustadz keluar dan menunggu di depan rumah sampai mayat selesai dikafani, ketika si ustadz menunggu sambil mengajak bicara salah satu santri yang juga menunggu di depan rumah, pertanyaannya ke santri kira-kira doa apa yang dibaca ketika orang tidak sadarkan diri, jawab santri “ini …tadz ‘audzubikalimatillahitammati min syarrimakhallaq kemudian jawab si ustadz nagawur kamu.
Sambil menunggu si ustadz mintak tolong ustadz lainnya yang bisa memberikan air minum yang di suwuk untuk kakak santri yang terkena musibah tadi. Setelah selesai air minum yang di suwuk, kemudian air tersebut diberikan ke salah satu famili keluarga yang ditinggal.
Pelajaran yang bisa diambil dari cerita di atas, seorang guru yang mengajar di lingkungan Sekolah Progresif Bumi Shalawat disamping guru sebagai teladanku, guru sebagai panutanku, guru juga siap untuk dimintak tolong seperti cerita di atas. Oleh karena itu konsekuensi panggilan guru dengan panggilan ustadz harus siap lahir bathin.

(Ust. Misykat Anwar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *