Membangun Mimpi Santri Melalui Diskusi

“Those who lose dreaming are lost”. Mereka yang tidak mempunyai mimpi, adalah mereka yang tersesat. Sebuah kata mutiara yang menggugah hati. Mengingatkan kita akan tujuan hidup, sekaligus mengajak kita untuk tidak takut akan bermimpi dan bercita-cita.

Sama halnya dengan sebuah pertanyaan langganan ini“Ingin jadi apa kamu saat besar nanti?” pertanyaan yang tak jarang muncul sejak kita masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Boleh jadi dari sanalah satu, dua, tiga bahkan puluhan mimpi mulai terbesit pada diri kita masing-masing. Dan mimpi itu pun lambat laun bisa semakin mantap atau malah memudar.

Dengan sebuah pertanyaan pembuka “What do you want to be?’ dalam pembelajaran Bahasa Inggris, kami telah berhasil mencuri perhatian para santri kelas 7E dan 7H SMP Progresif Bumi Sholawat. Satu persatu dari mereka mulai menyuarakan mimpi dan cita-cita mereka. Dari keinginan menjadi teacher sampai singer atau policeman sampai fireman.

Diantara beberapa topik pelajaran EPP (English Proficiency Program) yang lain, ‘Job’ memang tidak kalah “interesting” dan “debatable”. Dalam bab ini kami belajar tentang berbagai macam pekerjaan dengan segala kelebihan dan kekurangannya, keberagaman daily activities, juga tentang the best job in the world.

Materi pembelajaran tentang “job” ini pun menjadi semakin lengkap dengan disisipkannya sesi diskusi di dalamnya. Dengan topik ‘The best job in the world’, murid-murid mulai berdiskusi, beradu argumen dan berbagi pengetahuan. Ini adalah sesi yang tak kalah menarik. Selain membuka wawasan, diskusi sederhana juga mampu memberi peluang bagi para santri untuk berinteraksi secara komunikatif menggunakan Bahasa Inggris dan membiasakan mereka untuk percaya diri dalam mengutarakan pendapat dengan baik dan benar. Terlebih lagi, dengan berdiskusi para santri akan terbiasa untuk mendengarkan pendapat, menilainya dari sisi yang berbeda, dan selanjutnya menanggapinya dengan bijaksana. Terutama, di era global dimana media dan teknologi sudah menjamur dan tidak menjadi sesuatu yang asing lagi.

“Every job has its consequence”, tak lupa saya sampaikan itu kepada para santri. Karena saya yakin mereka pun tahu, bahwa tidak ada pekerjaan yang tidak beresiko. “Whatever you want to be, be someone worthwhile!” sebagai peserta didik yang hebat, siswa-siswi Progresif Bumi Sholawat tidak boleh melupakan sisi santri dalam dirinya. Akan menjadi apapun mereka kelak, kami yakin mereka akan menjadi seseorang yang hebat dan bermanfaat.

-Yuslimu Ilmi-

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *