Guru

Membumikan Bacaan Basmalah di SMP Progresif Bumi Shalawat

Posted

Membumikan Bacaan Basmalah di SMP Progresif Bumi Shalawat

BISMILLAHOleh : Ustz. Anik Chumaidah, S.Pd

Basmallah, sebuah kalimat yang tidak asing bagi seorang muslim. Basmallah diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaat. Rasulullah bersabda, “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain: dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahanNya.”

Syekh Muhd. Abdul berkata di dalam tafsirnya, “Alquran itu Imam dan ikutan kita, karena itu Alquran dimulai dengan kalimat ini, yaitu dengan ‘Bismillah’. Itu satu petunjuk bagi kita agar sekalian perbuatan kita dimulai dengan membaca Bismillah.”

Para ulama menerangkan hikmah bacaan Bismillah Ar Rahman Ar Rahim. Dari semua itu dapat disimpulkan, bahwa dengan bacaan Bismillah Ar Rahman Ar Rahim yang diucapkan di awal aktivitas berarti:

  1. kita telah menghubungkan diri kita dengan Allah,
  2. kita menyadari sepenuhnya bahwa perbuatan itu dilakukan karena Allah dan untuk meraih ridhaNya.
  3. kita menyadari sepenuhnya bahwa tanpa kekuatan yang diberikan Allah kita tidak akan mampu melakukan aktivitas apapun.

 

THE POWER OF BASMALAH

Pertama, dilindungi dari gangguan Jin & Setan

  1. Sabda Rasulullah, “Penghalang antara mata jin dan aurat Bani Adam, apabila salah seorang dari mereka melepas pakaiannya, ialah dengan membaca Bismillah.”
  2. “Apabila seorang masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya dan ketika makan, maka setan berkata, “Tidak ada tempat istirahat dan makan malam untuk kalian.” Apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah ketika masuk, maka setan berkata, “Kalian telah mendapatkan tempat istirahat.” Apabila ia tidak mengingat Allah ketika makan, maka ia berkata, ”Kalian mendapatkan tempat istirahat dan makan malam”

Kedua, dilindungi dari gangguan orang yang bermaksud jahat

  1. Ketika Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun, jangan sampai orang asing memberikan minum padamu,” maka ia berkata, “berikanlah kepadaku,” dan ia pun mengambil dengan tangannya dan membaca, “Bismillah,” lalu ia meminumnya. Maka sedikit pun tidak memberikan bahaya kepadanya. Hadis di atas memperjelas betapa pentingnya mengucapkan basmallah ketika akan memulai suatu pekerjaan sehari-hari yang bersifat positif.

 

Lafadz-Lafadz BASMALAH

Terdapat beberapa perbedaan lafadz/teks basmalah, yaitu :

  1. Bismillah(بسم الله) Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa keluar dari rumahnya membaca Bismillah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah,” maka dikatakan kepadanya, “Kamu telah tercukupi dan terlindungi dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Abu Dawud)
  2. Bismika Allahumma(بِسْمِكَ اللَّهُمَّ) Al Bukhari meriwayatkan, Apabila Rasulullah saw berbaring di tempat tidurnya, beliau membaca, “Bismika Allahumma ahya wa amut.”
  3. Bismillah al Kabir(بِسْمِ اللهِ الْكَبِيْرِ) Ibnu Abbas menceritakan, “Rasulullah saw pernah mengajari mereka (para sahabat) ruqyah demam dan penyakit-penyakit lainnya, (dengan doa), “Bismillahi al Kabir. a’udzu billah al’Azhim min kulli ‘arqin…” (HR at Tirmidzi)
  4. Bismillahir Rahman(بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ) Asy Sya’bi menceritakan, biasanya orang-orang jahiliyah mulai menulis (surat) dengan kalimat “Bismikallahumma,” maka Rasulullah saw pun memulai apa yang beliau tulis dengan “Bismikallahumma”. Sampai turun ayat “Bismillahi majreha wa mursaha” (QS. Al Hud (11):41), maka beliau pun mulai menulis dengan “bismillah”. Kemudian turun ayat “Ud’ullaha awir rahman” (QS. Al Isra’ (17):110), maka beliau pun mulai menulis dengan “Bismillahir rahman”. Tapi ketika turun ayat yang berbunyi “Innahu min sulaiman wa innahu bismilllahir Rahmanir Rahim” (QS. An Naml (27):30), maka beliau pun mulai menulis dengan “Bismillahirrahmanirrahim”. (HR. Abdurrazaq, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Mundzir, dan Ibnu Hakim).
  5. Bismillah al Malik ar Rahman(بِسْمِ اللهِ الْمَلِكِ الرَّحْمَنِ) Husein bin Ali bin Abi Thalib meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Umatku akan selalu aman dari tenggelam, apabila naik kapal dengan membaca, “Bismillahil malikir Rahman, Bismillahi majreha wa mursaha inna Rabbi ghofurur Rahim.” (HR. Ath Thabrani, Ibnu Sunni dan Abu Ya’la)
  6. Bismillahir Rahmanir Rahim(بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ)Abu Malik menceritakan, “Dahulu Rasulullah saw menulis diawali degan kalimat “Bismika allahumma”, ketika turun ayat “Innahu min sulaiman wa innahu bismilllahirrahmanir Rahim.” (QS. An-Naml (27):30), maka beliau pun mulai menulis dengan “Bismillahir Rahmanir Rahim”.(HR. Abu Dawud)
  7. Bismillahilladzi la ilaha illa huwa(بِسْم اللهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَِ) Anas bin Malik meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Yang bisa menutupi aurat anak Adam (manusia) dari pandangan mata jin, ketika hendak menanggalkan pakaiannya adalah membaca “Bismillahil ladzi la ilaha illa huwa” (dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia).” (HR. Ibnu Sunni)

Dari beberapa lafadz di atas yang paling populer dan banyak diucapkan oleh kaum muslimin dan lebih utama untuk dibaca adalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم. Karena lafadz itulah yang dipilih oleh Allah sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an:

 

وَإِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

“Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya, “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.“ (QS. An-Naml (27): 30)

 

Juga lafadz basmalah yang tertulis pada ayat pertama surat Al Fatihah dan lafadz bismillah yang menjadi pemisah antar surat-surat dalam Alquran kecuali surat At Taubah yang memang tdak tertulis lafadz basmalahnya.

Secara ideal, pendidikan harus mampu mencetak manusia paripurna yang unggul (al-insan al-kamil). Suatu tujuan yang mengarah pada dua demensi sekaligus, yakni sebagai hamba Allah (Abdullah), dan sebagai wakil Allah di muka bumi (Khalifah fi al Ardl). Oleh karenanya pendidikan harus merefleksikan luasnya ilmu pengetahuan dan luhurnya perilaku Rasulullah, serta berkewajiban mewujudkan anak didik yang menampilkan kualitas keteladanan Nabi saw. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat melahirkan manusia yang baik, yaitu manusia yang bercirikan keseimbangan kualitas kepribadian; a) dimensi isoterik-vertikal yang intinya tunduk dan patuh kepada Allah, dan b) dimensi eksoterik-horisontal, membawa misi keselamatan bagi lingkungan sosial dan alam sekitarnya. Artinya, ia memiliki kekokohan spiritualitas, kemapanan intelektualitas yang diimbangi dengan kemauan dan kemampuan berbuat baik bagi diri sendiri dan peduli pada sesama.

 

Pendidikan kurikulum 2013

Pendidikan kurikulum 2013 adalah pendidikan yang memiliki tujuan utama yaitu membentuk karakter pada diri siswa. Lalu apa itu Pendidikan Karakter?

Karakter, ada yang mengartikan sebagai suatu sifat atau kepribadian yang dimiliki seseorang. Karakter juga juga diartikan sebagai kekuatan dan respon terhadap sesuatu. Karakter juga menggambarkan suatu watak dan kebiasaan seseorang

Ungkapan “membumikan Bacaan Basmalah” secara implisit mengandung makna bahwa Bacaan Basmalah kini masih “melangit,” sehingga karenanya perlu dibumikan. Tentunya dalam pengertian hakikinya, bacaan basmalah sebenarnya telah membumi begitu Allah menurunkan kepada rasulullah Saw, maka yang dimaksud dengan ungkapan “membumikan Bacaan Basmalah” sebenarnya adalah maknanya yang majazi bukan makna hakikinya.

Makna majazinya, perkataan “membumikan Bacaan Basmalah” mengisyaratkan “jauhnya” bacaan basmalah dari kenyataan kehidupan yang kita hadapi. Padahal, idealnya bacaan basmalah itu “dekat” dengan kita. Dekat dengan kehidupan kita di sini dan saat ini. Jadi, “Membumikan Bacaan Basmalah” mengandung pengertian adanya upaya untuk mewujudkan “yang jauh” menjadi “yang dekat,” yakni mendekatkan dua kondisi yang berbeda, kondisi ideal bacaan basmalah disatu sisi, dan kondisi nyata kehidupan umat di sisi lain. Sekarang –katakanlah– yang diterapkan hanya 15% saja dari aktivitas pembelajaran sehari-hari. Padahal seharusnya 100% Bacaan Basmalah harus diterapkan. Untuk dapat mewujudkan kondisi ideal ini diperlukan upaya konkret yang mendasar berupa aktivitas memahaminya, mentadabburkannya, dan menerapkan bacaan basmalah itu ke dalam realitas yang ada. Memahami adalah aktivitas yang pertama, sedang buahnya adalah penerapan dalam kenyataan. Berangkat dari sini, maka “Membumikan Bacaan Basmalah” dapat diberi arti sebagai upaya memahami dan menerapkan bacaan basmalah secara sempurna dalam realitas.

Pada hakikatnya, Bacaan Basmalah adalah bacaan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim yang diucapkan diawal aktivitas dapat berperan penting dalam pembentukan karakter bagi manusia, maka Bacaan Basmalah sangat baik bila dikerjakan untuk semua warga di SMP Progresif Bumi Shalawat. Tidak hanya murid, tetapi para staf dan seluruh pihak yang berkecimpung di SMP Progresif Bumi Shalawat. Bacaan Basmalah harus dekat dan tidak boleh dipisahkan dari kehidupan kaum Muslimin. Adapun riwayat terkait keutamaan dan pentingnya Basmalah.Amirul Mukminin Ali as meriwayatkan dari Rasulullah saw yang bersabda:

 

كُلُّ أمرٍ ذى بالٍ لَم يُذكَر فيهِ بِسمِ اللّهِ فَهُوَ أَبْتَرُ

“segala pekerjaan penting tanpa menyebut nama Allah Swt, maka ia tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkan.

 

Dalam sebuah hadis yang populer dan penting dikatakan :

 

لا يُرَدُّ دُعاءٌ أَوَّلُهُ بِسْمِ اللّهِ الرَّحمنِ الرَّحيمِ

“Doa yang dimulai dengan Basmalah tidak akan tertolak di sisi Allah Swt.”

 

Untuk maksud ini, setiap warga di SMP Progresif Bumi Shalawat, dengan kesanggupan yang dimiliki harus mewujudkan dan membumikan bacaan basmalah dalam setiap tindakan yang dilakukan, setidak-tidaknya melalui empat langkah berikut; 1) at tilawah, yaitu membaca Bacaan Basmalah, 2) at tafahum, yaitu memahami makna dan kandungan Bacaan Basmalah, 3) at tadabbur, yaitu mendalami kandungan Alquran, sehingga mendapat konsep-konsep berguna bagi kehidupan (Q.S Shad:29), 4) at takhalluq bi Alquran, yakni menjadikan bacaan basmalah sebagai akhlak, sehingga benar-benar mewujud dalam realitas kehidupan, yaitu menjadi sosok yang selalu memberikan rasa kasih sayang.

Dalam bahasa Sayyid Quthub, interaksi terhadap bacaan basmalah harus dilakukan dengan semangat untuk membumikannya. Bukan sekadar teoritisasi atau pengembangan wacana belaka. Hanya dengan semangat demikian, tegas Sayyid Quthub, bacaan basmalah dapat memberikan berkah berupa ilmu dan hikmah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *