Siswa

Membumikan Bahasa Asing Di Bumi Progresif

Pentingnya Sebuah Bahasa

Bahasa adalah Sistem lambang bunyi yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengekpresikan diri yang bersifat arbiter dan konvensional

Secara garis besar kegunaan bahasa terbagi menjadi dua yakni bekerja sama dan berinteraksi, tapi jangan sekali-kali kalian remehkan dua kegunaan ini. Karena tidak ada orang yang bisa hidup sendirian di dunia, seluruh manusia adalah makhluk sosial.

Manusia yang tidak berinteraksi pasti akan gila. Manusia yang tidak bekerja sama juga pasti tak bisa menjalani hidup. Untuk menghindarinya manusia benar-benar membutuhkan bahasa. Jika kita tak menguasai bahasa maka kita tak meguasai kerja sama dan interaksi lalu bagaimana kita bisa hidup di bumi yang penuh dengan bahasa ini?

Bahasa memiliki dua bentuk, verbal dan non-verbal. Yang verbal adalah bahasa yang disampaikan melalui lisan dan yang non-verbal adalah bahasa yang disampaikan tidak melalui lisan contohnya: ekspresi wajah, isyarat tangan, dll. Maka dari itu orang bisu, orang tuli, orang buta, juga memiliki bahasa, yakni bahasa non-verbal. Bahkan telah dirumuskan rangkaian bahasa isyarat bagi orang bisu untuk berkomunikasi dan bahasa tulisan brailer untuk orang buta agar mereka bisa membaca. Hal ini dikarenakan bahasa non-verbal tidak mencukupi kegunaan bahasa verbal. Begitu juga sebaliknya.

Membumikan Bahasa

Berikut adalah cara dan saran yang sekiranya efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing peserta didik:

 

  1. Berada dalam lingkungan bahasa

 

Hendaknya bagi setiap lembaga pendidikan yang ingin menjamurkan bahasa asing di antara peserta didiknya menciptakan lingkungan bahasa. Suatu lingkungan bahasa harus bersifat memaksa, teratur, dan memiliki pengawas. Hal ini untuk membiasakan peserta didik menggunakan bahasa asing sedikit demi sedikit.

Hendaknya yang pertama kali dijadikan sebagai lingkungan bahasa adalah lingkungan yang siswa jarang berada di sana misalnya kantor guru, kamar mandi atau lobby. Penggunaan bahasa asing juga jangan terlalu ditekankan. Lebih baik siswa diperbolehkan berbicara dengan bahasa asing yang bercampur dengan yang non-asing semampunya.

Para guru harus berperan sebagai contoh dan teladan bagi siswa. Jangan sampai salah seorang guru berbicara dengan salah satu muridnya menggunakan bahasa non-asing kecuali tentang pelajaran. Disamping ini, karena secara tidak langsung guru adalah teladan dan secara tidak langsung juga guru akan terus menerus dituntut sebagai teladan di pandangan seorang siswa

Jangan sampai seorang guru berbicara bahasa non-asing di lingkungan bahasa asing apalagi saat itu siswa hadir disana. Hal ini akan membuat siswa beranggapan “Hah, program lingkungan bahasa ini tidak benar-benar serius diadakan ” atau “ternyata para guru tidak mendukung program ini”

 

  1. Praktek Dan Mengaplikasikan

Ilmu bahasa adalah ilmu praktek dan aplikasi Ilmu bahasa berbeda dengan ilmu matemamatika, biologi, fisika dll karena jauh lebih membutuhkan praktek daripada ilmu-ilmu tersebut.

Dalam pengaplikasiannya dewan guru dapat menghimbau siswa untuk membuat beberapa baris tulisan bahasa asing dan menerjemahkan beberapa deret teks bahasa asing. Pembuatan tulisan bahasa asing akan membetulkan tata bahasa asing siswa. Penerjemahan tulisan bahasa asing akan menambah kosa kata dan tata bahasa siswa

Untuk mengobarkan semangat peserta didik, Guru bisa mengadakan sebuah perlombaan bahasa asing yang berkelanjutan dengan embel-embel hadiah. Perlombaan bahasa asing akan memberikan banyak manfaat, diantaranya: Memantau perkembangan keahlian berbahasa asing siswa, Menghilangkan kepenatan, Adanya persaingan, dll

Semoga bermanfaat,….

 

(Kontributor : Mohammad Ibrahim Khanif)