Berita SMPGuru

MENGENAL KECEMASAN MATEMATIKA

Posted

home_alone_posterMata pelajaran yang sukar, biasanya memerlukan konsentrasi tinggi dan untuk saat ini mata pelajaran yang dianggap sukar oleh sebagian besar siswa di Indonesia adalah pelajaran Matematika. Saat ini masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika, karena matematika masih dianggap suatu pelajaran yang menakutkan, membosankan, tidak terlalu berguna dalam kehidupan sehari-hari, beban bagi siswa karena bersifat abstrak, penuh dengan angka dan rumus. Selain itu, masih adanya sistem belajar yang menyamaratakan kemampuan siswa, saat siswa belum menguasai materi dasar, sudah ditambah dengan materi lain. Para siswa pun cenderung tidak menyukai matematika karena dianggap sulit terutama dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru matematika. Apalagi jika guru yang mengajar matematika sulit dipahami dalam pembawaan materi di dalam kelas, sehingga keadaan ini menambah ketidaksukaan siswa pada matematika, dan bahkan akhirnya membenci guru matematikanya.

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap momok bagi sebagian pelajar. Salah satu faktor yang dapat berpengaruh buruk terhadap prestasi matematika siswa adalah kecemasan. Kecemasan itu sendiri muncul karena berbagai sebab, salah satunya situasi belajar yang menekan. Guru memegang peranan penting dalam mencari alternatif untuk mengatasi kecemasan siswa, seperti dengan menciptakan situasi belajar yang terstruktur, menyenangkan, dan dapat memberikan rasa aman bagi siswa.

Kecemasan dapat diartikan sebagai suatu perasaan yang tidak tenang, rasa khawatir, atau ketakutan terhadap sesuatu yang tidak jelas atau tidak diketahui (Craig, 1992 dikutip Elliot dkk, 1996. h.343). Secara sederhana, kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika dapat diartikan sebagai suatu bentuk kecemasan secara khusus terhadap mata pelajaran matematika yang biasanya dialami oleh siswa-siswa di sekolah (Martin, 1996). Kecemasan dapat dialami oleh siswa manapun, baik yang mempunyai kemampuan akademis tinggi, sedang, maupun yang kemampuan akademisnya rendah. Hanya saja penyebab dan tingkatannya yang berbeda-beda antara siswa satu dengan yang lain. Kenyataan menunjukkan bahwa kecemasan siswa terhadap matematika tidak hanya dialami oleh siswa yang mempunyai kemampuan yang rendah dalam matematika. Berbagai faktor eksternal dari lingkungan sekitar siswa juga memberikan pengaruh terhadap kecemasan matematika siswa (Martin, 1996).

Kecemasan matematika dapat menyebabkan hasil negatif seperti menghindari pelajaran matematika ketika di sekolah atau menghindari karier yang sering menggunakan matematika (Ashcraft, 2002; Chipman, Krantz, & Silver, 1992, Hembree, 1990). Sedangkan bentuk dari kecemasan tersebut, berdasarkan hasil penelitian tentang gejala-gejala kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika dan juga merujuk pada gejala kecemasan secara umum, maka dapat disimpulkan ada tiga bentuk gejala kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika, yaitu :

  1. Gejala fisik atau emotionality, seperti tegang saat mengerjakan soal matematika, gugup, berkeringat, tangan gemetar ketika harus menyelesaikan soal matematika atau ketika mulai pelajaran matematika.
  2. Gejala kognitif atau worry, seperti : pesimis dirinya tidak mampu mengerjakan soal matematika, khawatir kalau hasil pekerjaan matematikanya buruk, tidak yakin dengan pekerjaan matematikanya sendiri, ketakutan menjadi bahan tertawaan jika tidak mampu mengerjakan soal matematika.
  3. Gejala perilaku, seperti : berdiam diri karena takut ditertawakan, tidak mau mengerjakan soal matematika karena takut gagal lagi dan menghindari pelajaran matematika.

Cara untuk sukses dalam berpikir matematika adalah kompleks dan beragam, mulai dari komponen dalam sistem memori yang berperan dalam memecahkan masalah matematika dan menggunakan strategi kognitif. Salah satu kunci cara kerja kognitif dalam pemecahan masalah matematika adalah pemanfaatan sistem memori.

One thought on “MENGENAL KECEMASAN MATEMATIKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *