BeritaBerita SMAFoto Kegiatan

Monjaya Menjanjikan Sejarah dan Teknologi

Outdoor Class – Monjaya (Monumen Jalesveva Jayamahe) mendengar nama itu tidak asing lagi dalam sejarah bangsa Indonesia, dalam monument itu berdiri tegak patung yang menggambarkan seorang perwira TNI menengah Angkatan Laut berpakaian lengkap menatap ke arah laut, mewakili generasi penerus dengan penuh keyakinan dan kesungguhan siap menerjang ombak dan menempuh badai menuju arah yang ditunjukkan, yaitu cita-cita bangsa Indonesia. Sejalan dengan itu, pada hari Selasa (18 Oktober 2016) menjadi saksi bisu siswa SMA Progresif Bumi Shalawat bisa menginjakkann kaki di wilayah Monjaya, sebagai calon penerus bangsa mereka juga siap menatap masa depan, melawan ganasnya perkembangan zaman dan menempuh halangan dan rintangan yang ada di depan mata untuk menuju cita-cita yang mereka harapkan.

1Monjaya diantara sejarah dan perkembangan teknologi memberikan kesempatan pada siswa SMA Progresif Bumi Shalawat yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas IPA (Thebit dan Ibn Khaldun) dan kelas IPS (Cheng-Ho), dengan didampingi olegh tiga guru yaitu Ustad Huda, Ustad Soleh, dan Ustazah Zie. Tujuan Outdoor Class kali ini, agar siswa  bisa belajar tentang bagaimana sejarah perkembangan alat tempur bangsa Indonesia dan belajar bagaimana kecanggihan alat perang bangsa Indonesia yang tidak kalah dengan bangsa lain pada saat itu. Pada perjalanan awal, kami dipandu oleh salah satu perwira TNI-AL yang memberikan kami kesempatan dapat menjelajah luar dan dalamnya kapal perang yang dimiliki oleh TNI-AL, bagian luar yang dilindungi oleh berbagai macam alat tembak dan bagian dalam kapal yang dilengkapi dengan kecanggihan alat untuk menjatuhkan para musuh. Semua siswa sangat antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan.

Bagian kedua, kami menuju ke Monjaya (Monumen Jalesveva Jayamahe) sebagai tujuan utama kami, di dalam ruangan auditorium yang megah, disana semua siswa duduk dengan rapi dan siap menikmati sajian tentang video sejarah perkembangan alat tempur yang dimiliki oleh TNI, semua siswa terdiam membisu dan terpukau atas gambaran yang telah dipaparkan, melalui tayangan tersebut mereka memahami bagaimana sulitnya para pahlawan zaman dahulu dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, bukan hal yang mudah teryata dan sungguh memalukan jika anak muda zaman sekarang menodai perjuangan bangsa dengan hal-hal yang buruk.3

Pada akhir perjalanan ditutup dengan shalat berjama’ah di masjid besar di wilayah TNI-AL Tanjung Perak, Surabaya. Pada perjalanan outdoor class kali ini menjadi pengalaman yang menakjubkan untuk siswa-siswa, belajar bagaimana sejarah bangsa Indonesia dan sekaligus bagaimana kecanggihan sains dan teknologi dalam alat pertahanann yang dimiliki oleh TNI. Selain itu, kita juga bisa belajar bahwa sosial dan sains itu tidak berbeda karena kedua ilmu itu saling berkaitan dan taka da yang lebih menonjol satu sama lain, kita tak bisa melupakan sejarah karena dengan sejarah kita bisa lebih menghargai proses dan kita juga tidak bisa membentengi diri dari perkembangan tekonologi karena untuk menjadi orang yang hebat kita harus belajar menjadi lebih baik sejalan dengan perkembangan zaman. Dan diakhir artikel ini, penulis sampaikan untuk ingat bagaimana salam sejarah yang sering kita dengar yaitu “JASMERAH (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, karena dari sejarah, teknologi baru akan ada” #SMASIFBISA #SC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *