Guru

OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA SEBAGAI GURU PRIMER SANTRI


Oleh : Tri Kusdarmanto Wahono, S.Pd.
(Guru Matematika SMP Progresif Bumi Shalawat)

“Kalau setiap orang jadi guru, semua rumah jadi sekolah.”
-Ki Hajar Dewantara

Agaknya kata-kata yang pernah diucapkan Bapak Pendidikan Indonesia berpuluh tahun yang lalu tersebut masih mempunyai relevansi hingga sekarang. Kini, ketika orang ditanya mengenai lingkungan pendidikan, secara otomatis akan menjawab bahwa tempat yang dimaksud adalah sekolah, hanyalah sekolah. Padahal lebih lanjut, Ki Hajar Dewantara juga pernah mengatakan bahwa terdapat setidaknya tiga lingkungan pendidikan yang harus dimaksimalkan jika ingin membentuk manusia-manusia berkualitas, kokoh spiritual dan mapan intelektual. Tiga lingkungan pendidikan yang dimaksud adalah: keluarga, masyarakat, dan sekolah.
Dari ketiga lingkungan pendidikan tersebut, jika kita mau jujur dan menggunakan logika berpikir yang matang, yang paling memberi pengaruh besar terhadap tumbuh kembang seorang manusia adalah keluarga. Karena secara statistik, dalam kondisi normal manusia menghabiskan hampir 70% waktu hidupnya bersama keluarga, dari ia lahir hingga meninggal. Dari statistik tersebut, bisa dibayangkan betapa sangat berpengaruhnya keluarga dalam membentuk jati diri manusia. Maka tidak heran apabila sering ditemukan seorang anak yang bersekolah di sekolah yang berkualitas bagus, tetapi berperilaku sangat tidak terpuji. Setelah diselidiki ternyata anak tersebut memiliki background keluarga yang kurang baik ditambah dengan hidup di lingkungan masyarakat yang tidak kondusif.
Berkaca dari hal tersebut, SMP Progresif Bumi Shalawat menerapkan pola pengembangan karakter yang tidak hanya melibatkan dewan pengajar sekolah saja, tetapi juga memberi peluang seluas—luasnya kepada orang tua dan masyarakat untuk turut andil dalam membentuk jati diri santri, utamanya orang tua. Karena orang tua adalah guru primer bagi anak-anaknya. Karena sejatinya, setiap orang tua adalah guru terbaik bagi anak-anaknya.
Tidak ada kesuksesan seorang santri tanpa kerja sama yang konsisten dan berkesinambungan antarpihak terkait. Sekolah, orang tua, masyarakat harus bahu-membahu mencapai tujuan pendidikan: merubah pola pikir dan perilaku santri menjadi lebih baik. Jika ketiga pihak tersebut sudah melaksanakan pola pengajaran yang tersruktur dan saling terkait, Insya Allah anak-anak yang sedang dididik akan menjadi anak-anak yang salih-salihah, berbakti kepada orang tua, agama, dan negaranya. Amin Amin Ya Rabbal Alamin.

“Tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan.”
-Ali Bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *