Pelatihan “Table Manners” SMP Progresif di Hotel Ibis Surabaya

Tepat pada hari Sabtu, 15 April 2017, para siswa Cambridge tampak begitu antusias berangkat ke Surabaya. Dengan seragam batik khas Bumi Shalawat, mereka membawa alat tulis dan tak lupa, kamera. Sebagaimana yang sudah direncanakan, para siswa unggulan tersebut akan mengikuti table manner course di Hotel Ibis Surabaya, Jl Basuki Rahmad No. 94-96, Surabaya. Pukul 09.00 pagi kami berangkat dari Sekolah Progresif Bumi Shalawat dan tiba di sana pukul 10.00 para siswa kami disambut dengan ramah oleh para pegawai hotel. Kemudian kami diarahkan ke ruang pertemuan untuk pembukaan acara. Setelah itu, para siswa diajak tour the hotel, berkeliling dan diperkenalkan dengan ruang-ruang yang ada di hotel dan juga fasilitas-fasilitas kamar. Kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan demo membuat teh tarik dan omelette. Dan yang terakhir adalah acara inti, yaitu presentasi dan praktik table manners.

Dalam acara inti tersebut para siswa dibimbing oleh seorang ahli table manners yang dibantu juga oleh belasan pramusaji. Sebagai pengenalan, anak-anak diperkenalkan pada bermacam-macam peralatan meja makan beserta fungsinya juga berbagai menu yang akan dinikmati. Acara kemudian dilanjut dengan demo dan praktik menyantap berbagai jamuan mulai dari opening bread, appetizer, soup, sorbet, main course, dan dessert. Dari situ anak-anak belajar bagaimana cara memegang gelas yang benar, cara memakan steak, cara makan yang tidak membuat suara, cara memanggil waiter, dan lain sebagainya. Kemudian ditutup dengan tanya jawab dan diskusi. Acara tersebut juga diliput oleh transmedia (Trans TV dan Trans 7).

Table Manners adalah serangkaian aturan yang berlaku saat makan dan termasuk penggunaan peralatan makan yang sesuai. Table Manners ini umumnya berlaku saat menghadiri jamuan makan resmi maupun pertemuan-pertemuan penting lainnya (contoh: undangan kenegaraan dan pertemuan bisnis). Program ini merupakan perwujudan dari kelas Bahasa Inggris yang memang bertujuan tidak hanya mengajarkan ‘bahasa’ itu sendiri, melainkan kita juga ingin mengajarkan budaya, tata aturan, kode etik, dan customs yg berlaku secara internasional. Kami meyakini bahwa anak-anak kami kelak akan tumbuh dewasa dan perlu menjalin relasi dengan berbagai macam orang dan dari berbagai bangsa oleh sebab itu kiranya hal ini penting untuk mengajarkan kepada mereka kode etik atau tata cara dalam jamuan makan sehingga mereka tidak akan mengalami apa yang disebut sebagai gegar budaya (culture shock) ketika mereka pergi ke luar negeri atau menjalin relasi dengan orang asing.

Selain itu, melalui kelas table manners ini, kami juga ingin sedikit merubah stereotype bahwa pondok pesantren itu tradisional dan tidak bisa berintegrasi dengan dunia modern. Kami menyiapkan anak-anak kami agar menjadi santri-santri yang unggul, yang menguasai dan mampu mengamalkan ilmu-ilmu agama dan ilmu pengetahuan secara umum, juga mampu berintegrasi dengan masyarakan internasional. Ini memang baru pertama kalinya kami mengadakan table manners class. Dan berdasarkan hasil survey yang kami dapatkan dari santri-santri kami yang mengikuti kegiatan tersebut, sebagian besar mereka belum mengenal apa itu table manners dan semua terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Semoga acara-acara seperti ini bisa kami laksanakan lagi untuk periode-priode selanjutnya dan bisa berjalan lebih baik lagi tentunya.

(Serman Prayogi, S.Pd., Guru Bahasa Inggris)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *