Tiga Puluh Menit untuk Pembentukan Karakter Anak Bangsa

By :
Ustadz Fahmi
(Kepala SMP Progresif Bumi Shalawat)

Pukul 06.45 anak-anak sudah berkumpul di halaman sekolah. Mereka dengan ceria bersiap untuk mengikuti apel pagi, kegiatan rutin yang mereka lakukan tiap pagi. Apel pagi merupakan aktifitas harian di SMP Progresif Bumi Shalawat. Apel itu berisi aktifitas religius untuk meningkatkan rasa percaya diri dan mengharapkan keberkahan dalam rangka menuntut ilmu di sekolah. Apel yang dilakukan di tempat lain biasanya berisi upacara dan instruksi atau arahan dari komandan pasukan, pimpinan atau bos suatu perusahaan yang isinya tentang target, program, sosialisasi atau apapun namanya yang terkait dengan kegiatan harian, mingguan atau bulanan bahkan tahunan dari suatu institusi atau lembaga. Akan tetapi, apel yang dilakukan di SMP Progresif Bumi Shalawat ini merupakan apel yang lain dari biasanya; apel yang berciri khas sekolah Progresif yang berbasis pesantren. Kegiatan apel yang bertujuan untuk membentuk budi pekerti ala pesantren, suatu kegiatan untuk membentuk karakter siswa yang santri.

Dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, pasal I ayat 2 dijelaskan bahwa Penumbuhan Budi Pekerti adalah kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah yang dimulai sejak dari hari pertama sekolah, masa orientasi peserta didik baru untuk jenjang sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan, sampai dengan kelulusan sekolah. Dengan kata lain kegiatan ini harus berjalan secara istiqamah agar bisa terwujud sesuai yang diinginkan. Budi pekerti sendiri bisa diartikan sebagai karakter yang dimiliki seseorang. Jika seorang siswa dalam kesehariannya mempunyai budi pekerti atau mempunyai karakter, maka bisa dikatakan dia seorang siswa yang cerdas dalam pergaulan sehari-hari, dia akan mampu berfikir sebelum bertindak dan berkata-kata, perilakunya sopan dan bisa menjadi tuntunan bagi siswa lainnya.

Di SMP Progresif Bumi Shalawat kegiatan-kegiatan yang bisa menumbuhkan karakter siswa dalam kesehariannya sangat dianjurkan untuk dilakukan baik sebelum, dalam pembelajaran, maupun sesudah pembelajaran, apalagi SMP Progresif merupakan sekolah yang berada di lingkungan pesantren Bumi Shalawat yang diasuh oleh KH. Agus Ali Masyhuri ( Gus Ali ) dan seluruh siswa-siswinya wajib untuk mondok. Jika di lingkungan SMP, maka penumbuhan budi pekerti atau karakter ini dimulai di pagi hari dengan kegiatan apel bagi seluruh siswa dan guru. Apel pagi ini berisi tentang doa-doa yang dipimpin oleh siswa yang dipilih secara bergiliran. Selain itu, ada beberapa siswa yang bertugas untuk menetibkan barisan bagi siswa lainnya agar ketika berdoa semua siswa dalam keadaan tenang dan tertib. Sungguh suatu kegiatan yang memberikan pelajaran hidup sangat besar bagi anak didik tentang kedisiplinan, ketertiban, dan juga belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan inspirasi bagaimana sesorang manusia dalam kesehariannya seyogyanya mengawali aktifitas kehidupannya dengan mengingat dan menyandarkan diri hanya pada Allah terhadap segala ikhtiar yang akan dilakukannya.

Setelah itu dilanjutkan dengan aktifitas di kelas, di mana dalam pembelajran di kelas banyak sekali muatan-muatan materi yang diintegrasikan dengan nilai-nilai yang bisa menumbuhkan budi pekerti dan juga membentuk karakter santri bagi anak didik untuk semua mata pelajaran. Integrasi nilai-nilai santri dan penumbuhan karakter santri dalam setiap pembelajaran sangat diperhatikan betul dalam proses pembelajaran di SMP Progresif Bumi Shalawat. Misalnya, dalam pembelajaran yang harus diawali dengan doa dan juga ketika menulis materi baik di buku tulis maupun di papan tulis harus dimulai dengan menulis basmalah. Selanjutnya, seorang guru diharuskan untuk menjelaskan arti dari basmalah dan juga menjelaskan manfaat menulisnya di buku mereka. Kemudian, di sela-sela pembelajaran guru diharuskan memberikan motivasi kepada anak didiknya dengan menyelipkan ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadist Nabi dalam setiap materi pembelajarannya. Semua kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan materi umum dan materi agama yang tujuan utamanya adalah bisa membentuk siswa-siswa yang berkarakter santri.

Kegiatan selanjutnya dari aktifitas pembelajaran di SMP Progresif Bumi Shalawat yang bisa membentuk karakter siswa-siswi adalah kegiatan penutup dari aktifitas pembelajaran yang dilakukan dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh salah satu siswa dalam setiap kelasnya. Sekali lagi kegiatan ini mempunyai tujuan yang sama dengan kegiatan apel pada pagi hari dimana diharapkan setiap siswa diharapkan mampu untuk menjadi seorang pemimpin. Selain itu semua siswa diberi pelajaran tentang kehidupan bahwa segala yang sudah kita lakukan perlu mendapatkan ridha dan juga hidayah dari Allah. Akhir dari pembelajaran yang ditutup dengan doa ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyerahkan segala hasil dari aktivitas yang kita lakukan hanya kepada Allah semata.

Demikianlah aktifitas yang dilakukan oleh siswa-siswi SMP Progresif Bumi Shalawat dalam menjalani proses pembelajaran sehari-hari. Aktifitas ini diharapkan mampu membentuk manusia yang berkarakter kokoh secara spiritual dan mapan secara intelektual. Kegiatan yang tidak memakan waktu terlalu lama tetapi tetapi istiqamah bisa meberikan hasil yang optimal. Hal ini selaras dengan pendapat Ki Hajar Dewantara bahwa budi pekerti, watak atau karakter merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan sehingga menumbuhkan tenaga. Secara keseluruhan kurang lebih kegiatan ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dengan 30 menit ini yang rutin dilakukan setiap hari semoga bisa membentuk karakter anak bangsa.

Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *