BeritaBerita SMAFoto KegiatanJURNALIS SMASiswa

Trowulan Outdoor Class “Kami Tak Lupa Sejarah”

Wajah bahagia murid SMA Progresif Bumi Shalawat kelas X IPS I dan X IPS II tak bisa dipungkiri lagi. Pasalnya,  pada (24/03) mereka melakukan out door class yang dilaksanakan di Trowulan, Mojokerto. Pemberangkatan dari SMASIF menggunakan bis pukul 07:30 WIB. Dengan ditemani oleh pembimbing Ustadz Afa, Ustadzah Widiyah, Ustadzah Devi, dan Mr. Manuel.
Tujuan mereka datang kesana bukan hanya untuk berjalan-jalan , namun juga untuk melakukan pengamatan pada tempat-tempat yang akan dikunjungi. Perjalanan yang dilalui berkisar selama satu setengah jam. Tujuan pertama adalah menuju Museum Majapahit yang berisi mengenai peninggalan-peninggalan kerajaan majapahit yang pernah besar berdiri dijawa. Disana, kami dijelaskan tentang semuanya oleh tour guide yakni Bu Vita.

_MG_7880
Bu Vita memberikan penjelasan singkat Museum Majapahit di Aula

Pukul 09:00 WIB, kami berkumpul diaula dari museum Majapahit tersebut untuk mendengar penjelasan dari Bu Vita. Setelah penjelasan dirasa cukup, kami beranjak menyusuri setiap ruangan yang ada di Museum Majapahit. Mulai dari koin, sumur, perhiasan, rumah, senjata, sampai tempatnya. Semuanya masih asli, hanya saja ada sentuhan sedikit dengan beberapa bangunan yang dirasa perlu perbaikan.
Selepas dari Museum Majapahit, mereka kini beranjak mengunjungi situs-situs yang telah diberitahu oleh bu Vita tadi. Situs yang pertama  dikunjungi yakni Candi Brahu. Candi yang berbentuk tambun, stupa. Yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai tempat pembakaran raja dahulunya. Setelah penjelasan selesai, mereka menikmati keindahan arsitek, juga lingkungan yang ada disana.

_MG_7996
Kemudian, beranjak menuju situs selanjutnya yaitu ke Candi Bajang Ratu. Candi ini terletak agak jauh dari Museum Majapahit. Perjalanan menuju candi tersebut menggunakan kendaraan. Candi Bajang Ratu ini mempunyai konsep seperti di Bali. Fungsinya asebagai pintu masuk menuju bangunan suci. Konon katanya, jika ingin melewati candi ini tidak boleh menghadap kebelakang karena jika menghadap kebelakang, cita-citanya tidak akan sampai.
Situs terakhir yang dikunjungi yakni Candi Tikus. Sama seperti candi-candi yang lain. Pemandangannya masih disuguhkan dengan halaman yang penuh dengan rerumputan. Dinamakan candi tikus karena dulunya, dihuni dengan banyak hama tikus sehingga dinamakan seperti itu.

_MG_7999
Berfoto bersama di depan Candi Brahu

Pengamatan pun selesai, sekitar pukul 12:30 mereka sampai di Troloyo untuk ishoma juga berziarah kemakam para wali yang dimakamkan disana. Jarak antara tempat parkir dan tempatnya tidak lumayan jauh namun bus harus diparkirkan diparkirkan. Sehingga membuat kita untuk naik ojek untuk menuju tempatnya. Kemudian langsung menuju mushallah untuk menunaikan sholat. Selepas itu, berziarah ke makam wali dan makan siang. Yang diakhirkan dengan membeli oleh-oleh untuk teman-teman yang ada dipesantren. [End] [Iff]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *