Guru

OPERASI BILANGAN DALAM ALQURAN

OPERASI BILANGAN DALAM ALQURAN

Oleh Ustz. Yeni Faridah, S.Si

Struktur Pertama

Struktur pertama berhubungan dengan jumlah surat dan banyaknya juz dalam al-Qur’an.

  • Jumlah surat di dalam al­-Qur’an adalah 114.
  • Angka 114 adalah angka ajaib, karena bilangan prima ke-114 adalah 619 dan 114 adalah (6 x 19).
  • Bilangan 619 merupakan prima kembar dengan pasangan 617. Kita ketahui pula, isi al-Quran terbagi dalam 30 juz.
  • Angka 30 adalah bilangan komposit yang ke-19, yaitu: 4, 6, 8, 9,10,12,14, 15, 16, 18, 20, 27, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 30.

Struktur Kedua
Ditemukan kode – kode tertentu sebagai bukti keaslian al qur’an. Sehingga isi yang diterima diyakini asli oleh “pembaca”, dan tidak berubah. Antara lain :

  • Al-Qur’an terstruktur dalam bentuk 6 x (10 + 9), yaitu 60 surat dengan nomor ayat-ayat yang genap, dan 54 surat dengan nomor ayat-ayat yang ganjil.
  • Contohnya adalah surat al-Fatihah dengan 7 ayat, berarti surat dengan ayat ganjil. Tetapi al-Baqarah dengan 286 ayat merupakan surat dengan ayat genap.

alquranProf. Abdullah Jalghoom dari Yordania menemukan suatu ketentuan dengan kondisi di atas, yaitu;

  • Jumlah ke – 60 surat dengan ayat-ayat genap adalah 3.450 atau (345 x 10)
  • Jumlah nomor surat ke-54 dengan ayat – ayat ganjil adalah 3.150 atau (345 x 9)
  • Total jumlah nomor surat adalah 6.555 atau (345 x 19).
  • Dari sisi matematis, bilangan tersebut adalah 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + … + 114 = 6.555.

Dengan demikian, nomor surat dan jumlah ayat – ayatnya tidak dapat dipertukarkan.

  • Jika tertukar, struktur di atas tidak berlaku. Misalnya, Surat al-Fatihah ditukar tempatnya dengan Surat al-Baqarah maka jumlah ayat-ayat yang genap menjadi 3.449 dan jumlah ayat – ayat yang ganjil menjadi 3.151.

Struktur Ketiga
Parity check juga ditemukan dalam pembagian nomor surat dengan jumlah ayatnya menjadi satu kesatuan yang tak terpi­sahkan. Al-Qur’an dengan 114 surat terbagi dua susunannya:

  1. 57 surat yang homogen, di mana nomor suratnya sama dengan jumlah ayat yang dikandungnya, yaitu keduanya genap atau keduanya ganjil
  • Contoh Surat al-Fatihah atau “Pembuka­an” dengan nomor surat 1 atau ganjil, jumlah ayat yang dikandungnya juga ganjil, yaitu 7 ayat.
  • Contoh lain adalah Surat al-Baqarah atau “Sapi Betina”. Nomor surat 2 atau genap, jumlah ayat 286 atau genap pula.
  • Surat homogen ini, jumlah nomor surat dan jumlah ayatnya adalah 6.236, atau sama banyaknya dengan jumlah ayat al-Qur’an seluruhnya!
  1. 57 surat yang heterogen, di mana nomor suratnya berlawan­an dengan jumlah ayatnya, yaitu genap – ganjil atau ganjil – ­genap.
  • Misalnya, Surat Ali’Imran, nomor surat 3 atau ganjil, jumlah ayat 200 atau genap. Jumlah nomor surat dan jumlah ayatnya adalah 6.555 atau sama dengan jumlah nomor surat dari 1 sampai dengan 114, (1+2+3+4+….+114). Dengan rumus sederhana:
    ( N + 1 ) / 2 x N = 115 / 2 x 114 = 115 x 57 = 345 x 14 = 6.555

Bila kedua kelompok surat ini dijumlahkan, akan meng­hasilkan bilangan prima:

6.236 + 6.555 =12.791 yang merupakan bilangan prima ke-1.525.

“Struktur ini menunjukkan bukti bahwa al quran itu diturunkan dengan aturan tertentu dalam matematika sehingga ditemukan adanya keseimbangan antara jumlah nomor surat dengan jumlah ayat al-Qur’an.”

 

SUMBER :

file : /// D : /Muhammad Ghazali Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Quran.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *