DEMI MEWUJUDKAN STUDENTPRENEUR BERWAWASAN GLOBAL, SMA PROGRESIF BUMI SHALAWAT SELENGGARAKAN PAMERAN DAN UNJUK KARYA BERTAJUK PEMBARUAN IPTEK DAN BUDAYA

SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo sebagai sekolah progresif, pastinya selalu mengedepankan kreativitas dan inovasi untuk terus mengembangkan pembaharuan, terutama di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Sebagai bukti nyatanya, setiap tahun, SMA Progresif Bumi Shalawat selalu menyelenggarakan acara Progresif Science and Innovation Exhibition (PSIE).

PSIE merupakan kegiatan tahunan yang memberi stimulus kepada para siswa untuk selalu menciptakan produk-produk baru yang berhubungan dengan IPTEK. Pada intinya, selain berguna untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari, produk yang diciptakan para siswa juga berasal dari bahan-bahan alternatif yang tentunya sangat efisien untuk kesehatan tubuh.

Tahun ini, PSIE berlangsung pada tanggal 24 Mei 2024 di dua tempat, yakni di lapangan SMA dan juga Gedung Olah Raga (GOR) SMA Progresif Bumi Shalawat. Setiap tahun acara PSIE disuguhkan dengan konsep yang berbeda-beda. Tahun ini PSIE sudah berlangsung ke 6 kalinya. Farhan Fikri Syafi’I selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa untuk konsep tahun ini ada tiga jenis produk karya yang disajikan para siswa.

“Ada produk Program of Integrated Science and Its Application (PISA), Student Company (SC), dan juga Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tiga produk tersebut wujudnya berbeda-beda,” terang Fikri, nama sapaannya

Salah satu tim PISA sedang mempresentasikan ke juri
Salah satu tim PISA sedang mempresentasikan ke juri

Produk PISA lebih mengutamakan produk-produk teknologi pembaharuan. Produk SC lebih ke inovasi-inovasi makanan yang sudah atau belum dijual di UMKM. Sedangkan produk dari P5 ini tergolong produk baru yang lebih menghubungkan pada nilai-nilai lokal keindonesiaan..

Fikri menambahkan, acara ini diadakan untuk menjawab tantangan masa depan nanti. Artinya, para siswa tidak hanya didorong untuk berkarya, namun juga harus melek teknologi dan budaya. Sebab dari dua hal itulah, ke depan fenomenanya selalu mengalami perkembangan dan perubahan.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Misbahul Munir Ardy, selaku Kepala Sekolah, ia sangat mendukung adanya acara ini, karena para siswa ditanamkan nilai-nilai entrepreneur yang sangat berguna bagi mereka ketika menghadapi masa depannya nanti.

“Itu keunggulan SMA Progresif Bumi Shalawat, di sini mereka disiapkan untuk menjawab semua tantangan yang ada. Para Guru juga rela membimbing dari hulu sampai hilirnya. Dari tahap awal sampai akhir. Sehingga apa saja tantangannya, mereka siap,” tegas Misbah.

Kelompok dari P5 sedang unjuk karya dengan memadukan batik nusantara dengan logo Ponpes Bumi Shalawat
Kelompok dari P5 sedang unjuk karya dengan memadukan batik nusantara dengan logo Ponpes Bumi Shalawat

Salah satu karya mereka di antaranya adalah “Mie Bayam Merah Sebagai Solusi Mengatasi Anemia” untuk produk PISA, “Kecheng Kripik Bayam” untuk produk SC, sedangkan “Kipas Lipat Nusantara dan Drama Musikal Malin Kundang” untuk produk P5.

Karya-karya mereka akan dinilai oleh juri yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Selain juri dari internal sekolah sendiri, panitia juga mendatangkan juri tamu dari luar yang notabenenya dari kalangan akademisi dan praktisi.

Mereka adalah Prof. Rooselyana Ekawati, PH.D Guru Besar Universitas Negeri Surabaya, Yusril Fatahilmi, M.Sc. Brand Manager Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) sekaligus lulusan Silesian University Of Technology, Elok Paikoh,

S.P Awarde LPDP RI Wageningen University, dan terakhir yaitu Ali Tamami, S.Pd, M.Si Pengawas SMA di wilayah Sidoarjo.

Terakhir, Misbahul Munir menambahkan, tahun depan, PSIE akan mengusung konsep baru yang lebih inovatif dan meriah. Ditambah lagi juri tamu yang hadir pastinya akan lebih bervariatif, bergantung jenis-jenis produk yang dihasilkan para siswa.

“Sebenarnya kedatangan juri tamu itu selain untuk menilai, mereka juga berguna untuk memvalidasi bahwa produk karya siswa SMA Progresif Bumi Shalawat memang layak diapresiasi dan diperhitungkan,” tegasnya.

Share

Share on Facebook
Share on WhatsApp
Share on Twitter
Share on Linkdin
Share on Pinterest