SMA Progresif Bumi Shalawat — Kabar membanggakan datang dari SMA Progresif Bumi Shalawat (Smasif) Sidoarjo. Sebanyak 101 santri berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) favorit di Indonesia melalui jalur SNBP, Golden Ticket, dan jalur Prestasi.
Tak hanya itu, dari jumlah tersebut, sebanyak 10 siswa berhasil diterima di Fakultas Kedokteran melalui jalur SNBP, 7 siswa diterima di program internasional, 6 siswa diterima di PEM Akamigas Cepu. Pencapaian ini menjadi sangat prestisius mengingat ketatnya persaingan di jurusan tersebut.
Para santri yang berhasil berasal dari berbagai kelas XII, mulai dari kelas reguler hingga kelas ICP (International Class Program). Mereka diterima di berbagai kampus ternama seperti Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Universitas Indonesia (UI).
Di antara nama-nama yang masuk Fakultas Kedokteran, terdapat Dhea Melina Salsabila Fikri dan Farrelita Nayla Ghani yang diterima di UNAIR jurusan Kedokteran, serta beberapa santri lainnya yang lolos ke UIN Malang untuk program Pendidikan Dokter. Ada pula santri yang berhasil masuk jurusan Farmasi, Teknologi Kesehatan Gigi, hingga Gizi di berbagai universitas negeri.
Para santri tersebar di setidaknya 20 lebih perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. UNESA menjadi kampus dengan penerimaan santri terbanyak, yaitu 15 siswa, diikuti ITS dengan 14 siswa, dan UNAIR dengan 13 siswa. Selain itu, santri juga diterima di PENS (12 siswa), UINMA (9 siswa), UB (6 siswa), PEM Akamigas (6 siswa), UPNV Jawa Timur (5 siswa), PPNS (5 siswa), dan berbagai politeknik kesehatan negeri di Surabaya, Malang, maupun Surakarta. Tak hanya kampus di Jawa Timur, beberapa santri juga berhasil menembus kampus bergengsi di luar daerah seperti UI dan ITB.
Para santri berhasil diterima melalui tiga jalur berbeda, yaitu SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), Golden Ticket, dan jalur Prestasi/Beasiswa. Masing-masing jalur menuntut persiapan yang berbeda, mulai dari konsistensi nilai akademik, portofolio prestasi, hingga perjuangan mengikuti seleksi khusus dari masing-masing kampus tujuan.
Mereka sejak awal memang sudah dipersiapkan untuk diterima di kampus-kampus negeri. Secara akademik, sekolah memiliki banyak program untuk memudahkan mereka, mulai dari intensif dan kelas-kelas khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan kampus yang mereka tuju. Bukan hanya itu, bahkan para guru, terutama guru BK, sudah mengawal sejak mereka kelas 10 agar lebih siap dan punya banyak referensi kampus dan jurusan. Hingga pada akhirnya, di kelas 12, mereka tinggal eksekusi.
