Semangat Ramadan, Guru SMA Progresif Bumi Shalawat Berdiskusi Tentang Pembuatan Instrumen Administrasi Pembelajaran Mendalam

SMA Progresif Bumi Shalawat – Guru SMA Progresif Bumi Shalawat tidak berhenti berinovasi dan berinisiasi.  Salah satunya melalui praktik baik Pembuatan Instrumen Administrasi Pembelajaran Mendalam yang digelar pada Rabu (4/3/26) di ILC Smasif. 

Kegiatan ini melibatkan para guru dan dipandu oleh Farhan Fikri Syafi’i sebagai narasumber, dengan tujuan memperkuat implementasi pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics).

Praktik baik ini menjadi langkah strategis sekolah dalam mempersiapkan diri sebagai sekolah percontohan pembelajaran mendalam. Program tersebut dirancang untuk memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran berjalan secara sistematis dan bermakna.

Farhan Fikri Syafi’i, guru kimia SMA Progresif Bumi Shalawat yang juga telah mengikuti diklat nasional dan berstatus sebagai instruktur nasional, memaparkan hasil implementasi pembelajaran mendalam yang telah ia pelajari sebelumnya. 

Dalam sesi deseminasi, ia membagikan pengalaman, contoh instrumen administrasi, serta strategi integrasi pendekatan STEAM ke dalam pembelajaran di kelas.

Menurutnya, pembelajaran mendalam tidak sekadar menuntaskan materi, tetapi mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Tidak berpaku pada hasil, melainkan pada proses.

“Esensi pembelajaran mendalam adalah menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata. Guru perlu menyiapkan instrumen administrasi yang tidak hanya administratif, tetapi juga substantif,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, para guru tidak hanya menyimak paparan, tetapi juga berdiskusi dan merelevansikan konsep pembelajaran mendalam dengan konteks belajar di SMA Progresif Bumi Shalawat. 

Beberapa poin penting yang dibahas antara lain, penyusunan tujuan pembelajaran berbasis kompetensi esensial, perancangan asesmen autentik yang mengukur pemahaman mendalam, integrasi proyek STEAM dalam kegiatan intrakurikuler, dan refleksi pembelajaran sebagai bagian dari budaya sekolah.

Meski dilaksanakan pada bulan Ramadan, antusiasme para guru tetap tinggi. Mereka tampak aktif bertanya, mencatat, dan mencoba mempraktikkan penyusunan instrumen secara langsung.

Melalui sosialisasi ini, SMA Progresif Bumi Shalawat menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan menjadi rujukan praktik pembelajaran mendalam berbasis STEAM. 

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara utuh.

Share

Share on Facebook
Share on WhatsApp
Share on Twitter
Share on Linkdin
Share on Pinterest
Secret Link