Selama Ramadan, Selain Belajar di Kelas, Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat juga Mempelajari Kitab Bidayatul Hidayah Karangan Imam Ghazali

SMA Progresif Bumi Shalawat –Pesantren Progresif Bumi Shalawat menggelar kegiatan mengaji kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali selama bulan Ramadan di masjid asrama putra. Kegiatan ini diikuti para semua siswa laki-laki SMA Progresif Bumi Shalawat dan diisi oleh Agus H. M. Robith Fuadi. 

Program ini dilaksanakan setelah pembelajaran reguler usai sebagai bagian dari penguatan karakter dan pengetaguan keislaman siswa.

Kitab yang dikaji adalah Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali. Secara umum, kitab ini berisi tentang al imtitsal bi awamirillah wajtinabi maharimillah, yakni ajakan untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Nilai utama yang ditekankan adalah takwa yang diwujudkan dalam adab ibadah sehari-hari.

Agus H. M. Robith Fuadi menjelaskan bahwa kajian kitab ini sangat relevan bagi siswa sekolah menengah atas. Menurutnya, para siswa tidak hanya membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga pondasi adab dan spiritualitas yang kuat.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif dan menambah wawasan para siswa. Mereka belajar memahami makna ibadah secara lebih mendalam, bukan sekadar praktik, tetapi juga kesadaran batin,” ujarnya.

Selama Ramadan, materi yang dikaji mencakup ibadah sehari-hari, misalnya adab salat fardu dan sunnah, adab menjaga anggota tubuh dari perbuatan maksiat, serta pembiasaan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. 

Para siswa diajak memahami bahwa ibadah tidak hanya bersifat ritual, melainkan juga pembentukan karakter

Program ini juga menjadi bekal penting bagi siswa menjelang kelulusan. Dengan memahami adab syariat secara kompleks, mereka diharapkan mampu menjaga nilai-nilai keislaman saat melanjutkan studi atau terjun ke masyarakat.

Melalui kajian Ramadan ini, SMA Progresif Bumi Shalawat menegaskan komitmennya dalam memadukan pendidikan akademik dan spiritual. Seperti misi yang menjadi dasar pengeuatan karakternya, yaitu kokoh spiritual dan mapan intelektual. Ramadan pun menjadi momentum refleksi, penguatan iman, sekaligus pembentukan generasi yang berilmu dan beradab.

Share

Share on Facebook
Share on WhatsApp
Share on Twitter
Share on Linkdin
Share on Pinterest
Secret Link